Bekerja sebagai peserta magang di Jepang bukan lagi sekadar soal pengalaman budaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, program magang Jepang berkembang menjadi jalur strategis bagi tenaga kerja asing untuk memperoleh penghasilan yang relatif tinggi, keterampilan teknis bernilai global, serta peluang karier lanjutan.
Banyak calon peserta bertanya: bidang apa yang gajinya paling tinggi, pekerjaannya seperti apa, dan apakah sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan?
Artikel ini menjawab kebutuhan itu secara langsung. Mulai dari apa itu magang di Jepang, hingga 15 job magang dengan gaji tertinggi di Jepang beserta penjelasan tugas dan estimasi gaji tahun 2025–2026.
Apa Itu Magang di Jepang?
Magang di Jepang, yang dikenal melalui skema Technical Intern Training Program (TITP) atau jalur pengembangan keterampilan lainnya.
Singkarnya, magang di Jepang adalah program kerja resmi yang memungkinkan tenaga asing bekerja langsung di perusahaan Jepang dalam jangka waktu tertentu.
Tujuannya bukan hanya bekerja, tetapi juga transfer keterampilan, etos kerja, dan teknologi industri Jepang.
Berbeda dengan magang di Indonesia yang sering bersifat edukatif tanpa gaji jelas, magang di Jepang digaji layaknya pekerja lokal, mengikuti upah minimum prefektur, jam kerja resmi, serta aturan lembur. Karena itu, banyak peserta mampu menabung puluhan juta rupiah selama program berjalan.
15 Job Magang dengan Gaji Tertinggi di Jepang
Di bawah ini terdapat 15 job magang dengan gaji tertinggi di Jepang. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasannuya di bawah ini
1. Konstruksi Bangunan
Bidang konstruksi bangunan mencakup pekerjaan di proyek perumahan, gedung bertingkat, hingga fasilitas publik.
Peserta magang biasanya membantu pekerjaan struktural, pengangkutan material, pengecoran, serta pendukung teknis lainnya.
Meski tergolong pekerjaan fisik berat, sektor ini sangat dibutuhkan di Jepang karena tingginya pembangunan infrastruktur dan minimnya tenaga kerja lokal.
Gaji magang konstruksi pada 2025–2026 diperkirakan berada di kisaran ¥160.000–¥200.000 per bulan, atau setara Rp17–22 juta, belum termasuk lembur yang sering tersedia.
2. Konstruksi Baja dan Besi
Pekerjaan ini lebih spesifik dibanding konstruksi umum. Fokusnya pada perakitan rangka baja, pemasangan struktur besi, dan pengelasan konstruksi berat.
Tingkat risikonya lebih tinggi, sehingga standar keselamatan dan keahlian juga lebih ketat.
Karena tingkat keahlian yang dibutuhkan lebih tinggi, gaji magang konstruksi baja biasanya lebih besar, yakni ¥170.000–¥210.000 per bulan atau sekitar Rp18–23 juta.
3. Pengelasan (Welding)
Magang pengelasan di Jepang sangat diminati karena skill ini bernilai tinggi secara global. Peserta dilatih menggunakan mesin modern dan mengikuti standar industri Jepang yang presisi. Pekerjaan ini sering dilakukan di pabrik besar atau proyek industri.
Untuk periode 2025–2026, gaji magang welding berkisar ¥170.000–¥210.000 per bulan atau sekitar Rp18–23 juta, dengan peluang lembur cukup besar.
4. Manufaktur Otomotif
Jepang dikenal sebagai raksasa industri otomotif dunia. Magang di sektor ini biasanya melibatkan perakitan kendaraan, pemasangan komponen, dan quality control. Sistem kerja sangat terstruktur dan disiplin.
Peserta magang di industri otomotif menerima gaji sekitar ¥155.000–¥190.000 per bulan, setara Rp17–21 juta.
5. Perakitan Mesin Industri
Bidang ini berkaitan dengan perakitan mesin pabrik, alat berat, dan perangkat industri. Peserta belajar membaca gambar teknik dan memahami sistem mekanik dasar.
Gaji magang perakitan mesin industri berada di kisaran ¥160.000–¥200.000 per bulan atau Rp17–22 juta.
6. Industri Elektronik
Magang elektronik biasanya dilakukan di pabrik komponen, perakitan perangkat, atau pengujian produk. Pekerjaannya membutuhkan ketelitian tinggi dan konsentrasi penuh.
Gaji magang sektor elektronik pada 2025–2026 diperkirakan ¥150.000–¥185.000 per bulan, setara Rp16–20 juta.
7. Industri Semikonduktor
Ini adalah salah satu sektor dengan gaji tertinggi. Peserta magang bekerja di lingkungan clean room dan terlibat dalam proses produksi chip dan komponen teknologi tinggi.
Gaji magang semikonduktor bisa mencapai ¥180.000–¥220.000 per bulan, atau sekitar Rp20–24 juta, tergolong sangat kompetitif.
Artikel Menarik: Gaji Magang dan TG di Jepang
8. Pabrik Makanan Skala Industri
Bidang ini mencakup produksi makanan kemasan, pengolahan bahan baku, dan pengemasan. Standar kebersihan sangat ketat, tetapi beban kerja relatif stabil.
Gaji magang pabrik makanan berkisar ¥145.000–¥180.000 per bulan, atau Rp16–19 juta.
9. Pengolahan Daging dan Seafood
Pekerjaan ini fokus pada pengolahan hasil laut dan daging untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Meski lingkungannya dingin dan menuntut fisik, gajinya cukup tinggi.
Estimasi gaji berada di kisaran ¥160.000–¥200.000 per bulan, setara Rp17–22 juta.
10. Perikanan dan Budidaya Laut
Magang perikanan mencakup budidaya ikan, pemeliharaan keramba, hingga pengelolaan hasil tangkapan. Jepang sangat maju dalam teknologi perikanan.
Gaji magang perikanan sekitar ¥155.000–¥190.000 per bulan, atau Rp17–21 juta.
11. Pertanian Modern
Berbeda dengan pertanian tradisional, sektor ini menggunakan rumah kaca, mesin otomatis, dan sistem irigasi cerdas. Cocok bagi peserta yang ingin kerja stabil tanpa tekanan industri berat.
Gaji magang pertanian modern berkisar ¥140.000–¥170.000 per bulan, setara Rp15–19 juta.
12. Peternakan Sapi dan Unggas
Peserta magang terlibat dalam perawatan hewan, pengelolaan kandang, serta produksi pangan. Jepang menerapkan standar tinggi untuk kesejahteraan hewan.
Gaji magang peternakan sekitar ¥145.000–¥175.000 per bulan, atau Rp16–19 juta.
13. Logistik dan Pergudangan
Bidang logistik meliputi penyortiran barang, pengemasan, dan distribusi. Dengan berkembangnya e-commerce Jepang, sektor ini terus membutuhkan tenaga kerja.
Gaji magang logistik berada di kisaran ¥150.000–¥190.000 per bulan, setara Rp16–21 juta.
14. Pengecatan Industri
Magang pengecatan industri mencakup pengecatan kendaraan, mesin, dan komponen besar. Skill ini membutuhkan ketelitian dan teknik khusus.
Gaji magang pengecatan industri sekitar ¥155.000–¥185.000 per bulan, atau Rp17–20 juta.
15. Perawatan dan Maintenance Mesin
Bidang ini fokus pada pemeliharaan mesin agar produksi berjalan lancar. Peserta belajar troubleshooting dasar dan perawatan preventif.
Gaji magang maintenance mesin termasuk tinggi, yaitu ¥180.000–¥220.000 per bulan, setara Rp20–24 juta.
Apakah Ada Potongan Gaji Magang di Jepang?
Rata-rata gaji magang di Jepang belum bersih. Setelah potongan pajak, asuransi, dan kebutuhan hidup, take home pay umumnya berada di kisaran ¥120.000–¥160.000 per bulan atau sekitar Rp13–18 juta.
Namun, dengan manajemen keuangan yang baik, banyak peserta masih bisa menabung signifikan.
Selain gaji, nilai utama magang Jepang adalah keterampilan kerja, disiplin, dan reputasi pengalaman internasional yang sangat dihargai ketika kembali ke Indonesia atau melanjutkan karier di luar negeri.
FAQ
1. Apakah gaji magang di Jepang benar-benar bisa ditabung, atau habis untuk biaya hidup?
Ini adalah pertanyaan paling umum dan paling krusial. Secara realistis, gaji magang di Jepang memang tidak 100% bisa ditabung, tetapi masih sangat memungkinkan menyisakan tabungan rutin. Dari gaji kotor rata-rata ¥150.000–¥200.000 per bulan, peserta biasanya menerima take home pay sekitar ¥120.000–¥160.000 setelah potongan pajak dan asuransi. Dengan gaya hidup sederhana—memasak sendiri, memanfaatkan fasilitas asrama, dan mengontrol belanja—peserta umumnya masih bisa menabung ¥30.000–¥70.000 per bulan atau sekitar Rp3–7 juta, bahkan lebih jika sering lembur. Karena itu, secara finansial program ini masih dinilai layak dan menguntungkan.
2. Apakah setelah magang selesai bisa lanjut kerja di Jepang atau naik status?
Pertanyaan ini sering muncul dari peserta yang berpikir jangka panjang. Jawabannya: bisa, tetapi tidak otomatis. Setelah menyelesaikan program magang, peserta memiliki beberapa opsi, seperti pulang ke Indonesia dengan bekal pengalaman internasional, melanjutkan ke program magang lanjutan, atau beralih ke status kerja tertentu jika memenuhi syarat bahasa, keterampilan, dan kebutuhan perusahaan. Jepang saat ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing terampil, terutama di sektor industri dan perawatan mesin. Karena itu, magang sering dijadikan pintu masuk strategis untuk karier jangka panjang, bukan sekadar kerja sementara.
3. Berapa total biaya yang harus disiapkan untuk berangkat magang ke Jepang, dan apa saja yang termasuk?
Dari sisi transaksi dan komersial, biaya awal menjadi pertimbangan utama. Secara umum, biaya program magang Jepang berkisar antara Rp25 juta hingga Rp45 juta, tergantung LPK, bidang kerja, dan fasilitas yang diberikan. Biaya ini biasanya mencakup pelatihan bahasa Jepang, pendidikan budaya kerja, pengurusan dokumen, medical check-up, visa, serta tiket keberangkatan. Penting untuk dipahami bahwa biaya tersebut bukan “uang hilang”, melainkan investasi awal. Dengan gaji bulanan yang relatif stabil, banyak peserta mampu menutup biaya keberangkatan dalam 6–10 bulan pertama kerja, terutama di bidang bergaji tinggi seperti konstruksi, welding, atau maintenance mesin.











Leave a Reply