Minat masyarakat Indonesia untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan di Jepang terus meningkat.
Salah satu persyaratan utama yang sering diminta adalah kemampuan bahasa Jepang.
Dalam proses ini, banyak calon pelajar dan pekerja menemukan dua jenis sertifikasi yang sering dibahas, yaitu JFT dan JLPT.
Namun, masih banyak yang belum memahami secara jelas perbedaan JFT dan JLPT, mulai dari fungsi, tingkat kesulitan, hingga tujuan penggunaannya.
Memahami kedua sertifikat ini sangat penting karena masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam menunjang kebutuhan akademik maupun profesional.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian, fungsi, tingkatan, serta cara mendapatkan sertifikasi JFT dan JLPT dengan bahasa yang mudah dipahami.
Apa Itu JFT dan JLPT?
Sebelum memahami perbedaan JFT dan JLPT, penting untuk mengetahui terlebih dahulu definisi dari kedua sertifikasi kemampuan bahasa Jepang ini.
Kedua ujian tersebut sama-sama digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang, tetapi memiliki tujuan dan sistem pengujian yang berbeda.
1. Pengertian JFT (Japan Foundation Test)
Japan Foundation Test for Basic Japanese atau yang dikenal sebagai JFT-Basic merupakan ujian kemampuan bahasa Jepang yang dirancang khusus untuk pekerja asing yang ingin bekerja di Jepang.
Ujian ini diselenggarakan oleh The Japan Foundation dan fokus pada kemampuan komunikasi dasar dalam kehidupan sehari-hari serta lingkungan kerja.
JFT menekankan kemampuan praktis seperti memahami percakapan, membaca instruksi kerja, serta komunikasi sederhana di tempat kerja.
Dalam ujian ini, peserta akan diuji kemampuan membaca, mendengar, dan memahami situasi komunikasi yang realistis. Sertifikat ini sering digunakan sebagai syarat program pekerja Tokutei Ginou (特定技能).
2. Pengertian JLPT (Japanese Language Proficiency Test)
Japanese Language Proficiency Test atau JLPT adalah ujian kemampuan bahasa Jepang yang paling dikenal secara internasional. JLPT diselenggarakan oleh Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services.
Berbeda dengan JFT, JLPT lebih berfokus pada kemampuan akademik dan pemahaman bahasa secara mendalam. Ujian ini mengukur kemampuan tata bahasa, kosakata, membaca, serta mendengarkan dalam konteks formal maupun akademis. JLPT sering menjadi syarat untuk melanjutkan pendidikan, bekerja di perusahaan Jepang, maupun kebutuhan akademik lainnya.
Apa Fungsi JFT dan JLPT?
Setelah memahami definisinya, penting untuk mengetahui fungsi dari masing-masing sertifikasi.
Fungsi ini menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan pilihan antara JFT dan JLPT.
1. Fungsi JFT dan Tingkatannya
JFT memiliki fungsi utama sebagai bukti kemampuan komunikasi dasar bagi pekerja asing di Jepang.
Sertifikat ini biasanya digunakan untuk memenuhi persyaratan program tenaga kerja dengan skema Tokutei Ginou.
Secara umum, JFT hanya memiliki satu standar kelulusan, yaitu setara dengan level A2 dalam standar CEFR.
Level ini menunjukkan bahwa peserta mampu memahami percakapan sehari-hari, memahami instruksi kerja sederhana, serta berinteraksi dalam situasi sosial dasar.
Dengan kata lain, fungsi utama JFT adalah memastikan pekerja asing dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang secara praktis dan komunikatif.
2. Fungsi JLPT dan Tingkatannya
JLPT memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan JFT. Sertifikat ini sering digunakan untuk keperluan pendidikan, pekerjaan profesional, maupun kebutuhan akademik lainnya.
JLPT memiliki lima tingkatan kemampuan, yaitu:
- N5 (tingkat dasar)
- N4 (dasar menengah)
- N3 (menengah)
- N2 (menengah atas)
- N1 (lanjutan atau mahir)
Semakin tinggi level JLPT, semakin kompleks kemampuan bahasa Jepang yang dimiliki peserta.
Misalnya, level N2 biasanya menjadi syarat bekerja di perusahaan Jepang profesional, sedangkan level N1 menunjukkan kemampuan hampir setara penutur asli.
Artikel Terkait: Gaji Tokutei Ginou Pengolahan Makanan
Apa Perbedaan JFT dan JLPT
Memahami perbedaan JFT dan JLPT sangat penting agar peserta dapat memilih sertifikasi yang sesuai dengan tujuan mereka. Secara umum, perbedaan keduanya dapat dil explains melalui beberapa aspek berikut.
1. Tujuan Penggunaan
JFT lebih difokuskan untuk kebutuhan kerja, khususnya program Tokutei Ginou. Sebaliknya, JLPT digunakan untuk kebutuhan pendidikan, karier profesional, dan akademik.
2. Tingkat Kesulitan
JFT memiliki standar yang relatif setara dengan JLPT N4. Ujian ini menekankan komunikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, JLPT memiliki lima tingkatan yang mencakup kemampuan dasar hingga lanjutan.
3. Sistem Ujian
JFT dilakukan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dan dapat dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. JLPT umumnya diselenggarakan dua kali dalam setahun dan menggunakan sistem ujian tertulis.
4. Fokus Materi
JFT menekankan kemampuan komunikasi sehari-hari seperti memahami percakapan kerja dan interaksi sosial. JLPT lebih menekankan pemahaman tata bahasa, kosakata, dan kemampuan membaca teks yang lebih kompleks.
5. Pengakuan Sertifikat
JLPT memiliki pengakuan internasional yang lebih luas. Sementara itu, JFT lebih spesifik digunakan untuk kebutuhan kerja tertentu di Jepang.
Bagaimana Mendapatkan JFT dan JLPT?
Bagi calon peserta yang ingin memperoleh sertifikat kemampuan bahasa Jepang, terdapat beberapa langkah yang perlu dipahami. Proses ini cukup mudah selama peserta mempersiapkan diri dengan baik.
1. Cara Mendapatkan Sertifikat JFT
Untuk mengikuti ujian JFT, peserta harus mendaftar melalui situs resmi Japan Foundation. Setelah pendaftaran dibuka, peserta dapat memilih jadwal ujian yang tersedia di pusat tes tertentu.
Persiapan JFT biasanya berfokus pada latihan percakapan sehari-hari, pemahaman instruksi kerja, serta latihan soal berbasis komputer. Setelah mengikuti ujian, hasil biasanya dapat diketahui dalam waktu relatif singkat.
Jika peserta dinyatakan lulus, sertifikat JFT dapat digunakan sebagai salah satu persyaratan mengikuti program kerja Tokutei Ginou.
2. Cara Mendapatkan Sertifikat JLPT
Proses mendapatkan sertifikat JLPT dimulai dengan pendaftaran melalui lembaga resmi penyelenggara di masing-masing negara. Di Indonesia, JLPT biasanya dilaksanakan oleh lembaga pendidikan tertentu yang bekerja sama dengan Japan Foundation.
Persiapan JLPT membutuhkan waktu yang lebih panjang karena materi yang diujikan cukup luas. Peserta biasanya mempelajari tata bahasa, kanji (漢字), kosakata, serta latihan membaca dan mendengarkan.
Setelah mengikuti ujian, hasil JLPT biasanya diumumkan beberapa bulan kemudian. Sertifikat ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik maupun profesional.
Kesimpulan
Memahami perbedaan JFT dan JLPT sangat penting bagi siapa pun yang ingin belajar, bekerja, atau melanjutkan pendidikan di Jepang.
JFT lebih difokuskan pada kemampuan komunikasi dasar untuk kebutuhan kerja, terutama program Tokutei Ginou.
Sementara itu, JLPT memiliki cakupan yang lebih luas dan digunakan untuk kebutuhan akademik maupun karier profesional.
Pemilihan antara JFT dan JLPT sebaiknya disesuaikan dengan tujuan masing-masing individu. Jika fokus utama adalah bekerja di Jepang dalam sektor tertentu, JFT dapat menjadi pilihan yang tepat.
Namun, jika ingin melanjutkan pendidikan atau membangun karier profesional, JLPT sering menjadi standar yang lebih diakui secara internasional.
Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik mengenai kedua sertifikasi ini, peluang untuk meraih karier atau pendidikan di Jepang akan semakin terbuka lebar.
FAQ
1. Apakah JFT dan JLPT bisa digunakan untuk melamar kerja selain di Jepang?
Sertifikat JLPT lebih sering digunakan secara internasional karena diakui oleh banyak perusahaan global yang membutuhkan kemampuan bahasa Jepang. Sementara itu, JFT biasanya lebih spesifik digunakan untuk kebutuhan kerja langsung di Jepang, terutama sektor industri tertentu.
2. Berapa biaya mengikuti tes JFT dan JLPT?
Biaya tes dapat berbeda tergantung negara dan penyelenggara. Umumnya, tes JLPT memiliki biaya yang bervariasi sesuai lokasi pelaksanaan. Sedangkan JFT biasanya memiliki biaya yang relatif terjangkau karena ditujukan untuk calon tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Jepang.
3. Apakah tes JFT dan JLPT bisa diikuti secara online?
Tes JFT biasanya menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) sehingga peserta mengerjakan soal melalui komputer di lokasi ujian resmi. Sementara itu, JLPT masih dilaksanakan secara tatap muka menggunakan lembar soal dan jawaban yang disediakan penyelenggara.
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan tes JFT dan JLPT?
Durasi persiapan tergantung pada kemampuan dasar bahasa Jepang masing-masing peserta. Umumnya, peserta membutuhkan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk mencapai tingkat kemampuan tertentu, terutama jika belajar secara konsisten dan menggunakan metode latihan soal.
5. Apakah sertifikat bahasa Jepang mempengaruhi peluang karier di Jepang?
Memiliki sertifikat bahasa Jepang dapat meningkatkan peluang diterima kerja karena menjadi bukti kemampuan komunikasi. Selain itu, beberapa perusahaan di Jepang juga menjadikan sertifikat bahasa sebagai salah satu syarat administrasi dalam proses rekrutmen tenaga kerja asing.











Leave a Reply