google-site-verification: googleee38fb35f3546343.html

Cara Kerja di Jepang

Cara Kerja di Jepang

Cara kerja di Jepang menjadi topik yang menarik bagi banyak pencari kerja internasional, terutama mereka yang ingin merasakan budaya kerja disiplin dan teknologi maju di Negeri Sakura.

Jepang dikenal dengan sistem ketenagakerjaannya yang khas, mulai dari etos kerja yang tinggi, sistem senioritas, serta berbagai peluang bagi tenaga asing melalui program magang teknis (Technical Intern Training Program/TITP) dan visa pekerja spesialis.

Namun, untuk bisa bekerja di Jepang, seseorang harus memahami persyaratan, budaya kerja, serta strategi terbaik supaya dapat beradaptasi dengan lingkungan profesional di sana.

Buat kamu yang ingin mengetahui Prosedur Kerja di Jepang, silakan kunjungi blog lpkmkm.com atau klik teks biru di paragraf ini ya!

Jenis Pekerjaan di Jepang

Nah jadi di Jepang, ada beberapa jenis pekerjaan yang bisa kamu lamar, tergantung dengan kualifikasi dan keahlianmu, diantaranya sebagai berikut:

1. Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker)

Jenis pekerjaan ini cocok buat kamu yang punya keterampilan khusus, terutama dalam bidang manufaktur, perhotelan, atau pertanian.

2. Kaigofukushishi (Caregiver)

Selanjutnya ada jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan oleh para masyarakat Jepang karena populasi lansia yang terus meningkat.

3. Kenshusei (Trainee/ Magang Teknik)

Berikutnya yaitu program magang yang biasanya berlangsung 3-5 tahun untuk belajar keterampilan teknis.

4. Gijutsu, Jinbun, Kokusai (Engineer, Specialist in Humanities, International Services)

Jenis pekerjaan selanjutnya yaity untuk pekerjaan profesional seperti IT, insinyur, atau penerjemah.

Syarat dan Dokumen yang Dibutuhkan

Nah, untuk bisa bekerja di Jepang, kamu harus memenuhi beberapa persyarat berikut ini:

  • Visa kerja yang sesuai dengan jenis pekerjaanmu.
  • Kemampuan bahasa Jepang minimal N4-N3 untuk pekerjaan umum, atau N2-N1 untuk pekerjaan profesional.
  • Ijazah dan sertifikat keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang dilamar.
  • Surat kontrak bekerja dari perusahaan Jepang.
  • Paspor dan dokumen pribadi lainnya.

Gaji dan Biaya Hidup di Jepang

Gaji di Jepang tergantung pada jenis pekerjaan dan lokasi. Berikut ini kami berikan gambaran umumnya:

  • Pekerja magang: Sekitar 120.000-180.000 yen per bulan.
  • Pekerja skilled (Tokutei Ginou): 180.000-250.000 yen per bulan.
  • Pekerja profesional: Bisa mencapai 300.000 yen atau lebih.

Untuk biaya hidup di Jepang cukup tinggi, terutama di kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Namun, dengan manajemen keuangan yang baik, kamu tetap bisa menabung dan hidup nyaman.

Kesimpulan

Kerja di Jepang bisa jadi pengalaman berharga dengan banyak keuntungan, mulai dari gaji tinggi hingga kesempatan belajar budaya baru. Tapi, pastikan kamu siap secara mental, fisik, dan administratif sebelum berangkat. Semangat mengejar impianmu bekerja di Jepang!

Mau tahu lebih lanjut soal bekerja di Jepang? Jangan ragu untuk bertanya atau cari informasi lebih dalam dari sumber terpercaya. Arigatou gozaimasu!


FAQ

Bagaimana cara agar bisa kerja di Jepang?

Untuk bekerja di Jepang, Anda bisa melalui jalur pemerintah atau jalur swasta. 

Berapa biaya hidup di Jepang?

Biaya hidup di Jepang berkisar antara 100.000–300.000 yen per bulan, tergantung pada kota, gaya hidup, dan kebutuhan. 

Gaji di Jepang 1 jam berapa?

Upah minimum regional (UMR) di Jepang per jam per Oktober 2024 adalah ¥1.055, atau sekitar Rp108.000. Angka ini berlaku untuk pekerjaan penuh waktu dengan asumsi jam kerja 40 jam per minggu.