Konnichiwa, LPK MKM no minasan! 👋 Mimpi bekerja atau magang ke Jepang kini bukan lagi hal yang mustahil. Banyak orang Indonesia, terutama anak muda, mulai melirik peluang kerja di Negeri Sakura sebagai batu loncatan karier.
Nah, salah satu pintu awal yang harus kamu lewati adalah masuk ke LPK Jepang. Tapi, apa itu LPK Jepang dan apa saja syarat masuknya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu LPK Jepang?

LPK adalah singkatan dari Lembaga Pelatihan Kerja, yaitu lembaga resmi yang memberikan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang ingin magang atau bekerja di luar negeri, termasuk Jepang.
Tujuan utamanya adalah membekali peserta dengan keterampilan, pengetahuan bahasa, dan pemahaman budaya sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja di Jepang.
LPK Jepang biasanya bekerja sama dengan perusahaan penerima (accepting company) di Jepang dan organisasi pengirim (sending organization) di Indonesia. Dalam pelatihannya, kamu akan mendapatkan berbagai materi seperti:
- Bahasa Jepang (Nihongo)
- Budaya kerja dan kehidupan di Jepang
- Etika kerja, disiplin, dan kedisiplinan waktu
- Persiapan wawancara kerja dengan perusahaan Jepang
Program ini sangat penting karena Jepang memiliki standar tinggi terhadap tenaga kerja asing, termasuk dalam hal komunikasi dan etika kerja.
Jadi, mengikuti pelatihan LPK bukan hanya formalitas, tapi kebutuhan agar kamu bisa sukses bekerja di sana.
Syarat Masuk LPK Jepang yang Wajib Kamu Tahu

Untuk bisa diterima di LPK Jepang, ada beberapa persyaratan umum yang harus kamu penuhi. Meskipun bisa berbeda-beda tergantung kebijakan tiap lembaga, berikut ini adalah syarat yang paling umum diberlakukan:
1. Usia
Biasanya, usia peserta yang diterima adalah minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun saat pendaftaran. Namun, untuk beberapa program magang tertentu, usia maksimal bisa sampai 35 tahun.
2. Pendidikan
Mayoritas LPK menetapkan syarat pendidikan terakhir minimal SMA/SMK atau sederajat. Namun, untuk program tertentu seperti keperawatan (caregiver), bisa saja membutuhkan latar belakang pendidikan lebih tinggi.
3. Sehat Jasmani dan Rohani
Kesehatan menjadi syarat mutlak. Kamu harus sehat secara fisik dan mental, tidak memiliki penyakit menular, serta lulus pemeriksaan medis (medical check-up).
4. Tidak Buta Warna
Banyak industri di Jepang, terutama di bidang manufaktur dan konstruksi, mensyaratkan peserta tidak buta warna.
5. Disiplin dan Siap Mengikuti Aturan
Peserta LPK Jepang harus siap mengikuti pelatihan secara intensif dan disiplin. Pelanggaran aturan selama masa pelatihan bisa berakibat pada diskualifikasi.
6. Tidak Bertato dan Tidak Bertindik (bagi pria)
Kebanyakan perusahaan Jepang memiliki kebijakan ketat terhadap peserta yang bertato atau bertindik karena alasan budaya dan etika kerja.
Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Daftar LPK Jepang
Setelah memastikan kamu memenuhi syarat umum, kamu juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting untuk proses pendaftaran. Berikut ini adalah daftar dokumen yang biasanya diminta oleh LPK Jepang:
- Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
- Fotokopi Ijazah Terakhir dan Transkrip Nilai
- Pas foto terbaru (latar belakang putih, ukuran sesuai ketentuan LPK)
- Surat Keterangan Sehat dari dokter atau rumah sakit
- Fotokopi Akta Kelahiran
- Fotokopi Sertifikat Vaksin (jika diminta)
- Surat Izin Orang Tua/Wali (untuk yang masih di bawah 21 tahun)
- Daftar Riwayat Hidup atau Curriculum Vitae (CV)
Pastikan semua dokumen dalam kondisi lengkap dan valid, karena dokumen inilah yang akan menjadi dasar proses seleksi dan pembuatan dokumen keberangkatan nantinya.
Baca Juga: Biaya LPK Jepang
Proses Seleksi Masuk LPK Jepang

Setelah mendaftar dan menyerahkan dokumen, kamu akan mengikuti serangkaian proses seleksi. Meskipun bisa berbeda antar LPK, secara umum proses seleksi masuk LPK Jepang terdiri dari beberapa tahapan berikut:
1. Tes Tulis atau Psikotes
Beberapa LPK mengadakan tes tulis atau psikotes untuk mengukur kemampuan dasar, logika, dan kesiapan mental peserta.
2. Wawancara
Proses wawancara dilakukan untuk menilai motivasi, komitmen, dan kesiapan calon peserta menjalani pelatihan dan magang ke Jepang. Biasanya dilakukan oleh pihak LPK atau mitra organisasi pengirim.
3. Tes Fisik atau Kesehatan
LPK akan mengarahkan kamu melakukan medical check-up di rumah sakit atau klinik yang ditunjuk. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kamu dalam kondisi prima sebelum menjalani pelatihan dan bekerja di Jepang.
4. Pemilihan Program
Jika kamu lolos seleksi awal, kamu bisa memilih program pelatihan sesuai bidang yang tersedia, seperti pertanian, pabrik (industri manufaktur), perawat lansia (care worker), dan lainnya.
5. Penandatanganan Kontrak dan Pembayaran Biaya
Setelah semua tahapan dilewati, kamu akan diminta menandatangani perjanjian pelatihan dan mulai membayar biaya pelatihan sesuai jadwal yang ditentukan.
Penutup
Masuk ke LPK Jepang bukan hanya soal memenuhi syarat administratif, tapi juga tentang kesiapan mental dan komitmen untuk menjalani pelatihan dengan sungguh-sungguh.
Dengan memahami apa itu LPK Jepang, syarat masuk, dokumen yang dibutuhkan, hingga proses seleksinya, kamu sudah selangkah lebih siap untuk meraih peluang emas bekerja atau magang di Jepang.
FAQ
Umumnya tidak. Mayoritas LPK Jepang mensyaratkan pendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat. Namun, ada beberapa program khusus yang mungkin menerima lulusan SMP dengan syarat tambahan tertentu.
Tentu saja bisa. Baik pria maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan di LPK Jepang. Namun, bidang kerja yang ditawarkan bisa berbeda tergantung kebutuhan perusahaan di Jepang.
Belum harus. Justru di LPK kamu akan belajar bahasa Jepang dari dasar. Tapi, jika kamu sudah memiliki kemampuan dasar, itu bisa menjadi nilai tambah saat proses seleksi.
Tidak terlalu sulit, namun tetap kompetitif. Kamu harus menunjukkan kedisiplinan, kemauan belajar, serta lolos tes kesehatan dan wawancara. Setiap LPK memiliki sistem seleksi masing-masing.
Biasanya memakan waktu antara 6 hingga 12 bulan. Ini tergantung pada durasi pelatihan, kesiapan dokumen, dan jadwal rekrutmen dari perusahaan Jepang.










Leave a Reply