Konnichiwa, LPK MKM no minasan! 👋 Bekerja di Jepang adalah impian banyak anak muda Indonesia yang ingin meniti karier dengan standar internasional.
Namun, untuk bisa sampai ke Negeri Sakura, kamu harus melalui berbagai proses seleksi, salah satunya adalah Tes Fisik LPK Jepang.
Tes ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi salah satu penentu apakah kamu layak melanjutkan pelatihan dan diterima sebagai calon tenaga kerja di Jepang.
Agar kamu lebih siap menghadapi seleksi ini, mari pahami lebih dalam mengenai Tes Fisik LPK Jepang, mulai dari pengertian, jenis-jenis tesnya, hingga alasan kenapa tes ini sangat penting dalam proses seleksi kerja ke Jepang.
Apa Itu Tes Fisik LPK Jepang?

Tes Fisik LPK Jepang adalah tahapan seleksi yang dilakukan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk mengevaluasi kondisi kesehatan dan kebugaran calon peserta sebelum mereka masuk ke program pelatihan kerja ke Jepang.
Tes ini biasanya dilakukan pada tahap awal setelah proses pendaftaran dan tidak jarang bersamaan dengan tes lainnya seperti psikotes dan wawancara.
LPK memiliki standar tersendiri yang menyesuaikan dengan persyaratan dari perusahaan atau organisasi di Jepang yang akan menerima tenaga kerja asing.
Oleh karena itu, setiap peserta wajib menjalani Tes Fisik LPK Jepang untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat, mampu mengikuti pelatihan intensif, dan siap bekerja di lingkungan kerja Jepang yang menuntut disiplin serta stamina tinggi.
Tes fisik ini biasanya diselenggarakan di fasilitas kesehatan rekanan LPK atau langsung di lingkungan LPK dengan pengawasan petugas medis profesional.
Hasil dari tes ini akan menentukan apakah peserta bisa melanjutkan ke tahap berikutnya atau perlu melakukan evaluasi dan perbaikan kondisi kesehatan terlebih dahulu.
Jenis Tes Fisik LPK Jepang

Secara umum, Tes Fisik LPK Jepang terbagi dalam dua bagian utama, yaitu pemeriksaan kesehatan dasar dan tes kebugaran. Berikut adalah beberapa jenis tes yang biasa dilakukan:
1. Pemeriksaan Kesehatan Dasar
- Tinggi dan berat badan: Ada standar minimal dan maksimal yang ditentukan oleh program kerja di Jepang.
- Tekanan darah: Untuk memastikan tidak ada risiko hipertensi atau tekanan darah rendah yang mengganggu aktivitas kerja.
- Tes mata dan pendengaran: Karena beberapa pekerjaan di Jepang, seperti di pabrik atau rumah sakit, menuntut kemampuan visual dan pendengaran yang baik.
- Pemeriksaan kesehatan umum: Termasuk pengecekan jantung, paru-paru, dan organ dalam lainnya melalui auskultasi atau rontgen jika diperlukan.
2. Tes Kebugaran Jasmani
- Lari 1.000 meter atau shuttle run: Untuk menilai daya tahan tubuh dan stamina.
- Push-up dan sit-up: Melatih kekuatan otot inti dan tubuh bagian atas.
- Tes keseimbangan dan fleksibilitas: Berguna untuk pekerjaan yang memerlukan ketangkasan dan ketepatan gerak.
- Tes urin atau darah: Biasanya untuk mengetahui ada tidaknya zat-zat berbahaya dalam tubuh, termasuk alkohol dan narkoba.
Perlu dicatat bahwa setiap LPK bisa memiliki kebijakan dan variasi tes fisik yang sedikit berbeda, tergantung jenis program dan bidang pekerjaan di Jepang yang dituju.
Baca Juga: Kriteria Masuk LPK Jepang
Kenapa Tes Fisik Penting di LPK Jepang?

Banyak peserta yang mengira Tes Fisik LPK Jepang hanyalah formalitas sebelum pelatihan dimulai.
Padahal, tes ini sangat penting dan menjadi salah satu indikator utama kelayakan seseorang untuk mengikuti program pelatihan kerja ke Jepang.
Berikut beberapa alasan kenapa tes ini sangat penting:
1. Standar Kesehatan Jepang Sangat Ketat
Perusahaan di Jepang sangat memperhatikan kesehatan tenaga kerjanya. Mereka tidak hanya menilai kemampuan teknis, tapi juga menekankan pentingnya kondisi fisik yang prima.
Oleh karena itu, LPK sebagai jembatan ke Jepang wajib memastikan semua calon peserta memenuhi standar kesehatan tersebut.
2. Jenis Pekerjaan Menuntut Kondisi Fisik Tertentu
Pekerjaan yang ditawarkan lewat LPK Jepang, seperti magang di pabrik, sektor pertanian, atau perawat lansia, memerlukan kekuatan fisik, ketahanan, dan stamina yang tinggi.
Tes Fisik LPK Jepang berfungsi untuk menyeleksi siapa saja yang benar-benar siap menjalani pekerjaan tersebut.
3. Mencegah Risiko Kesehatan di Masa Depan
LPK tidak ingin mengambil risiko mengirim peserta yang memiliki potensi masalah kesehatan di kemudian hari.
Melalui tes fisik, risiko itu bisa diminimalkan sejak awal. Jika ada kondisi tertentu, peserta bisa segera mendapatkan saran medis sebelum terlambat.
4. Menunjukkan Kesiapan dan Disiplin
Bersiap untuk menghadapi Tes Fisik LPK Jepang juga menjadi indikator bahwa peserta serius mengikuti program.
Persiapan fisik mencerminkan komitmen dan kedisiplinan yang memang sangat dihargai dalam budaya kerja Jepang.
Penutup
Tes Fisik LPK Jepang adalah gerbang awal menuju pelatihan dan karier di Jepang. Jangan anggap remeh proses ini, karena kesiapan fisik kamu akan sangat menentukan kelancaran langkah ke depan.
Dengan menjaga kesehatan, rutin berolahraga, dan memahami jenis-jenis tes yang akan dihadapi, kamu bisa lebih percaya diri saat menjalani seleksi.










Leave a Reply