Hallo Sobat lpkmkm! Matching job bayar berapa menjadi pertanyaan utama bagi banyak calon peserta yang ingin bekerja ke Jepang melalui lembaga pelatihan atau program resmi.
Proses matching job sendiri merupakan tahap penting dalam menentukan kecocokan antara calon pekerja dengan perusahaan Jepang yang membutuhkan tenaga kerja. Melalui tahapan ini, peserta akan diwawancarai, diuji kemampuan bahasa, serta dicocokkan dengan posisi yang sesuai dengan sertifikasi profesinya.
Dalam konteks pelatihan kerja yang terakreditasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), biaya matching job sering kali menjadi bahan pertimbangan utama. Banyak peserta ingin tahu apakah proses ini berbayar, gratis, atau bahkan ditanggung oleh perusahaan Jepang.
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, artikel ini akan membahas secara lengkap tentang rincian biaya, siapa yang membayar, serta tips agar proses matching job lebih hemat dan aman bagi calon pekerja Indonesia.
Buat kamu yang ingin mengetahui Matching Job Jepang, silakan kunjungi blog lpkmkm.com atau klik teks biru di paragraf ini ya!
Apa Itu Matching Job Jepang

Sebelum membahas matching job bayar berapa, penting untuk memahami arti sebenarnya dari matching job. Secara sederhana, matching job adalah proses pencocokan antara calon peserta magang atau pekerja dengan perusahaan Jepang yang membutuhkan tenaga kerja.
Dalam dunia pelatihan kerja dan lembaga sertifikasi profesi seperti BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), proses matching job menjadi tahapan resmi untuk memastikan peserta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan luar negeri.
Biasanya, lembaga pengirim atau sending organization akan membantu peserta menemukan perusahaan Jepang yang sesuai berdasarkan hasil pelatihan, kemampuan bahasa, dan hasil wawancara.
Matching Job Bayar Berapa

Nah, inilah bagian yang paling banyak ditanyakan: matching job bayar berapa sebenarnya? Biaya matching job bisa berbeda-beda tergantung lembaga dan jenis program yang diikuti. Namun secara umum, berikut adalah perkiraan biaya yang sering muncul di lapangan:
1. Biaya Administrasi dan Pendaftaran
Kisaran: Rp1.000.000 – Rp3.000.000 Biaya ini digunakan untuk proses administrasi awal seperti verifikasi dokumen, pengisian formulir, serta registrasi peserta ke sistem lembaga pelatihan atau lembaga sertifikasi.
2. Biaya Interview dan Matching Job
Kisaran: Rp3.000.000 – Rp10.000.000 Biaya ini mencakup kegiatan wawancara dengan pihak perusahaan Jepang, tes kemampuan bahasa, dan proses penentuan kecocokan kerja (job matching process). Dalam beberapa program, biaya ini bisa lebih murah atau bahkan gratis jika difasilitasi oleh lembaga resmi pemerintah.
3. Biaya Pelatihan dan Sertifikasi
Kisaran: Rp10.000.000 – Rp25.000.000 Biaya ini mencakup pelatihan bahasa Jepang, budaya kerja, serta uji kompetensi BNSP untuk memastikan peserta memiliki sertifikat resmi sebelum berangkat ke Jepang.
4. Biaya Keberangkatan
Kisaran: Rp15.000.000 – Rp25.000.000 Meliputi paspor, visa, tiket pesawat, asuransi, dan akomodasi sementara sebelum diberangkatkan.
Secara total, biaya matching job ke Jepang bisa berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta, tergantung lembaga dan jenis program (magang, SSW, atau kerja kontrak).
Tips Mengikuti Matching Job agar Hemat dan Aman

Agar proses matching job tidak merugikan dan tetap aman, berikut beberapa tips penting:
1. Pilih Lembaga Resmi Terdaftar BNSP
Pastikan lembaga pelatihan atau lembaga penyalur tenaga kerja memiliki lisensi BNSP dan izin resmi dari Kemnaker RI. Ini menjamin keabsahan proses matching job.
2. Pahami Kontrak dan Rincian Biaya
Jangan ragu untuk meminta rincian tertulis tentang biaya matching job. Hindari lembaga yang meminta uang tanpa bukti resmi.
3. Miliki Sertifikasi Profesi Sesuai Bidang
Peserta yang sudah memiliki sertifikat kompetensi BNSP biasanya lebih cepat dipilih perusahaan Jepang karena dianggap siap kerja dan profesional.
4. Gunakan Program Pemerintah atau LPK Mitra
Beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mitra BNSP menyediakan jalur matching job gratis atau bersubsidi.
5. Siapkan Kemampuan Bahasa Jepang
Nilai matching job tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tapi juga kemampuan komunikasi. Lulus ujian JLPT N4–N3 meningkatkan peluang diterima.
Kesimpulan
Jadi, matching job bayar berapa tergantung dari jenis program, lembaga pelatihan, dan kesepakatan dengan perusahaan Jepang. Secara umum, kisaran biayanya berada di antara Rp20 juta hingga Rp50 juta, termasuk pelatihan, administrasi, dan keberangkatan.
FAQ
Tidak selalu. Ada lembaga yang mengenakan biaya, tapi beberapa program pemerintah menawarkan matching job gratis atau bersubsidi.
Tergantung programnya. Untuk magang biasanya peserta yang membayar, tapi untuk kerja langsung bisa ditanggung perusahaan.
Tidak wajib, tapi sangat direkomendasikan karena meningkatkan peluang diterima oleh perusahaan Jepang.










Leave a Reply