google-site-verification: googleee38fb35f3546343.html

Apakah Mata Minus Bisa Kerja di Jepang, Ini Jawabannya!

apakah mata minus bisa kerja di jepang

Selamat datang di LPK MKM, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai apakah mata minus bisa kerja di Jepang?

Banyak orang yang bermimpi bekerja di Jepang, baik melalui jalur magang, tokutei ginou, maupun kerja formal.

Namun, satu pertanyaan yang sering muncul dan cukup membuat ragu adalah, apakah mata minus bisa kerja di Jepang? Pertanyaan ini wajar, apalagi bagi kamu yang sehari-hari bergantung pada kacamata atau lensa kontak.

Apakah Mata Minus Menjadi Penghalang Kerja di Jepang?

Secara umum, mata minus bukan larangan mutlak untuk bekerja di Jepang. Banyak pekerja asing, termasuk dari Indonesia, yang memiliki mata minus dan tetap lolos seleksi. Jepang lebih fokus pada fungsi penglihatan, bukan sekadar angka minusnya.

Namun, di sinilah sering terjadi salah kaprah. Banyak calon pekerja berpikir selama bisa pakai kacamata berarti aman. Padahal, beberapa jenis pekerjaan di Jepang memiliki standar kesehatan yang cukup ketat, termasuk soal penglihatan.

Jadi, mata minus bisa kerja di Jepang, asal memenuhi kebutuhan visual pekerjaan tersebut.

Standar Kesehatan Mata untuk Kerja di Jepang

Dalam proses seleksi, biasanya kamu akan melalui medical check-up. Pemeriksaan mata menjadi bagian penting, terutama untuk pekerjaan teknis dan lapangan.

Secara garis besar, yang diperhatikan bukan hanya seberapa besar minusnya, tetapi seberapa baik penglihatanmu setelah dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak.

Sebagai gambaran umum:

  1. Penglihatan harus cukup jelas untuk bekerja dengan aman.
  2. Tidak memiliki gangguan mata serius seperti buta warna berat, rabun parah tanpa koreksi, atau penyakit mata kronis.
  3. Mata minus yang masih bisa dikoreksi biasanya masih ditoleransi.

Namun perlu dicatat, setiap perusahaan dan sektor kerja bisa punya standar berbeda.

Jenis Pekerjaan di Jepang yang Umumnya Masih Menerima Mata Minus

Tidak semua pekerjaan di Jepang menuntut penglihatan super tajam. Ada beberapa sektor yang relatif lebih fleksibel terhadap kondisi mata minus.

1. Pekerjaan Pabrik dan Manufaktur

Untuk pekerjaan pabrik, seperti pengemasan, perakitan ringan, atau inspeksi visual sederhana, mata minus biasanya masih bisa diterima selama kamu nyaman bekerja dengan kacamata.

Kamu tetap bisa melihat detail kerja dengan jelas dan tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain.

2. Pekerjaan Restoran dan Layanan

Bekerja di restoran, hotel, atau bidang pelayanan umumnya tidak mempermasalahkan mata minus. Selama kamu bisa membaca pesanan, melihat lingkungan sekitar, dan bekerja dengan cekatan, kondisi ini jarang menjadi masalah.

3. Pekerjaan Pertanian dan Perikanan

Di sektor ini, toleransi terhadap mata minus juga cukup besar. Namun, kamu harus realistis. Lingkungan kerja yang berdebu, panas, atau basah bisa membuat penggunaan kacamata kurang nyaman. Jadi, meskipun lolos, kamu tetap harus siap secara fisik dan mental.

Pekerjaan di Jepang yang Lebih Ketat Soal Mata Minus

Di sisi lain, ada juga pekerjaan yang cukup selektif dan sering kali menjadi batu sandungan bagi pemilik mata minus.

Pekerjaan seperti pengelasan presisi, operator alat berat, konstruksi tertentu, atau pekerjaan yang menuntut penglihatan jarak jauh dan detail ekstrem biasanya memiliki standar penglihatan yang lebih tinggi.

Di sinilah aku perlu jujur sebagai penyeimbang. Jika mata minus kamu cukup tinggi dan sulit dikoreksi secara optimal, jangan memaksakan diri ke sektor yang berisiko tinggi. Bukan hanya demi lolos seleksi, tapi juga demi keselamatan kamu sendiri saat bekerja di Jepang.

Baca Juga: LPK Jepang di Cirebon

Apakah Mata Minus Tinggi Masih Bisa Kerja di Jepang?

Jika mata minus tinggi tetapi masih bisa dikoreksi dengan baik menggunakan kacamata dan dinyatakan layak saat medical check-up, peluang tetap ada. Namun, jika minus terlalu tinggi hingga mengganggu fungsi kerja, peluang akan semakin kecil, terutama untuk pekerjaan teknis.

Di titik ini, penting untuk jujur sejak awal. Banyak kasus gagal bukan karena mata minus itu sendiri, tetapi karena mencoba “menyembunyikan” kondisi kesehatan.

Agar peluang tetap terbuka, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan sejak awal proses.

Lakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh sebelum mendaftar. Ini membantu kamu memahami batasan diri sendiri.

Selain itu, gunakan kacamata dengan koreksi yang tepat dan nyaman untuk kerja jangka panjang.

Pilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan kondisi fisik, bukan hanya karena gaji atau tren.

konsultasikan kondisi mata minus kamu dengan lembaga atau pihak penyalur yang berpengalaman agar diarahkan ke sektor yang realistis.

Kesimpulan

Jadi, apakah mata minus bisa kerja di Jepang? Jawabannya bisa, tetapi bukan tanpa syarat. Mata minus bukan penghalang mutlak, namun juga bukan hal yang bisa diabaikan begitu saja.

Semakin realistis kamu memahami kondisi diri sendiri dan tuntutan pekerjaan di Jepang, semakin besar peluangmu untuk sukses dan bertahan lama.

Daripada memaksakan diri di sektor yang berisiko, lebih bijak memilih jalur kerja yang sesuai agar pengalaman kerja di Jepang benar-benar membawa manfaat, bukan masalah.