Biaya Hidup di Jepang untuk TKI

Biaya Hidup di Jepang untuk TKI

Bekerja di Jepang masih menjadi impian banyak TKI karena gaji yang relatif tinggi dan sistem kerja yang tertata rapi.

Namun, sebelum berangkat, satu hal penting yang sering diremehkan adalah biaya hidup di Jepang. Tidak sedikit pekerja yang kaget setelah tiba karena pengeluaran sehari-hari ternyata cukup besar jika tidak dipersiapkan sejak awal.

Melalui artikel ini, kita akan membahas biaya hidup di Jepang untuk TKI secara realistis dan mudah dipahami.

Mulai dari kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makan, hingga transportasi, semuanya akan dibahas dengan bahasa santai agar kamu bisa punya gambaran jelas sebelum berangkat.

Berapa Biaya Hidup di Jepang?

Harga makanan, transportasi, hingga tempat tinggal bisa terlihat mahal di awal. Namun, anggapan ini sebenarnya tidak selalu sepenuhnya benar.

Biaya hidup di Jepang sangat bergantung pada lokasi kerja, gaya hidup, serta fasilitas yang diterima oleh pekerja itu sendiri.

Bagi TKI yang bekerja di sektor formal seperti manufaktur, pertanian, perhotelan, atau perawatan lansia, struktur gaji di Jepang umumnya sudah menyesuaikan dengan standar hidup setempat.

Artinya, meskipun harga kebutuhan harian lebih tinggi, penghasilan yang diterima juga dirancang agar pekerja tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

1. Biaya Tempat Tinggal di Jepang

Di bawah ini terdapat beberapa informasi mengenai biaya tempat tinggal di Jepang.

Bagi sebagian besar TKI, tempat tinggal sudah disediakan oleh perusahaan. Biasanya berupa asrama atau mess karyawan. Biayanya relatif murah karena dipotong langsung dari gaji.

Rata-rata biaya asrama berkisar antara ¥10.000 hingga ¥25.000 per bulan, tergantung lokasi dan fasilitas. Angka ini tentu jauh lebih hemat dibandingkan menyewa apartemen sendiri.

Jika memilih tinggal mandiri, biaya hidup akan meningkat cukup signifikan. Sewa apartemen kecil di kota besar seperti Tokyo atau Osaka bisa mencapai ¥50.000 hingga ¥80.000 per bulan, belum termasuk listrik, air, dan gas.

Karena itu, bagi TKI baru, tinggal di asrama perusahaan sering menjadi pilihan paling aman dan ekonomis.

2. Biaya Makan di Jepang

Makan adalah pengeluaran rutin yang sangat memengaruhi biaya hidup di Jepang untuk TKI. Kabar baiknya, bahan makanan di supermarket cukup terjangkau jika kamu terbiasa masak sendiri.

Untuk belanja bahan makanan, rata-rata pengeluaran sekitar ¥15.000–¥25.000 per bulan. Ini sudah termasuk beras, lauk sederhana, dan sayuran.

Sebaliknya, jika sering makan di luar, pengeluaran bisa melonjak. Sekali makan di restoran sederhana bisa menghabiskan ¥500–¥1.000. Jika dilakukan setiap hari, biaya makan bulanan bisa menembus ¥40.000 atau lebih.

Karena itu, banyak TKI memilih kombinasi, masak sendiri di hari kerja dan sesekali makan di luar saat libur.

3. Biaya Transportasi di Jepang

Transportasi umum di Jepang terkenal nyaman, tetapi tidak murah. Untungnya, sebagian besar perusahaan memberikan tunjangan transport atau menanggung biaya perjalanan dari asrama ke tempat kerja.

Jika harus membayar sendiri, biaya transportasi bulanan bisa berkisar ¥5.000–¥10.000, tergantung jarak dan jenis transportasi yang digunakan. Kereta dan bus adalah pilihan utama karena tepat waktu dan aman.

Apakah Gaji TKI di Jepang Cukup?

Ini pertanyaan paling krusial. Jawabannya, cukup, bahkan bisa menabung, asalkan gaya hidup dijaga. Rata-rata gaji TKI di Jepang berkisar ¥140.000–¥180.000 per bulan setelah potongan.

Dengan biaya hidup sekitar ¥60.000–¥90.000 per bulan, masih ada sisa yang bisa ditabung atau dikirim ke keluarga di Indonesia. Namun, jika gaya hidup konsumtif, sisa gaji bisa habis tanpa terasa.

Mengelola keuangan adalah kunci bertahan di Jepang. Biasakan mencatat pengeluaran, masak sendiri, dan manfaatkan diskon supermarket yang biasanya tersedia malam hari. Selain itu, hindari membeli barang impulsif hanya karena tergoda tren.

Yang tidak kalah penting, pahami sejak awal fasilitas apa saja yang diberikan perusahaan agar kamu tidak mengeluarkan biaya yang sebenarnya bisa dihemat.

Kesimpulan

Biaya hidup di Jepang untuk TKI memang tidak murah, tetapi juga tidak seseram yang dibayangkan. Dengan fasilitas perusahaan, penghasilan yang sepadan, dan manajemen keuangan yang baik, hidup di Jepang bisa terasa nyaman dan stabil.

Kuncinya adalah persiapan mental dan finansial sebelum berangkat. Semakin kamu paham gambaran biaya hidup di Jepang, semakin kecil risiko kaget dan stres saat sudah bekerja di sana.