google-site-verification: googleee38fb35f3546343.html

Gaji Kerja di Jepang per bulan

gaji kerja di jepang per bulan

Banyak orang Indonesia tertarik bekerja di Jepang karena standar gajinya yang dikenal tinggi dan sistem kerjanya yang jelas.

Namun, “berapa sih gaji kerja di Jepang per bulan?” Ini pertanyaan yang sering muncul dan memang penting untuk dipahami agar kamu bisa menyiapkan rencana yang matang sebelum berangkat.

Di artikel ini, kamu akan menemukan gambaran gaji dari berbagai bidang kerja, tunjangan yang bisa didapat, hingga biaya hidup yang perlu dihitung.

Perbedaan Gaji Kerja di Jepang per Bulan Berdasarkan Industri

Setiap industri memiliki standar gaji yang berbeda. Ada pekerjaan dengan gaji besar, ada juga yang standar, tetapi tetap lebih tinggi dibanding rata-rata gaji di Indonesia. Berikut gambaran paling umum:

1. Gaji Pekerja Pabrik (Manufacturing)

Pekerjaan di pabrik adalah pilihan paling populer bagi pekerja Indonesia. Gajinya cukup stabil dan jam kerjanya jelas.

  • Gaji pokok per bulan: ¥160.000 – ¥200.000
  • Jika lembur aktif: gaji bisa naik menjadi ¥220.000 – ¥260.000
  • Kelebihan: banyak lembur, pelatihan jelas, kerjaannya terstruktur
  • Kekurangan: ritme kerja cepat dan fisik harus kuat

Artinya, jika dikonversi kasar (kurs bisa berubah), kamu bisa membawa pulang mulai dari Rp18 juta–Rp30 juta per bulan.

2. Gaji Careworker / Kaigo (Perawat Lansia)

Bidang kaigo sedang sangat diminati Jepang karena kekurangan tenaga perawat lansia.

  • Gaji pokok: ¥170.000 – ¥230.000
  • Setelah sertifikasi & pengalaman: bisa naik hingga ¥250.000 – ¥300.000
  • Kelebihan: jenjang karier jelas, kesempatan kontrak panjang
  • Kekurangan: butuh kesabaran dan kemampuan komunikasi bahasa Jepang

Jika dikonversi, kaigo bisa menghasilkan Rp20 juta–Rp33 juta per bulan.

3. Gaji Bidang Konstruksi

Di sektor konstruksi, gaji cenderung lebih tinggi, terutama karena banyak lembur.

  • Gaji per bulan: ¥180.000 – ¥250.000
  • Jika lembur banyak: bisa mencapai ¥300.000

Konversinya setara Rp20 juta–Rp35 juta, tergantung jam lembur.

4. Gaji Bidang Food Processing / Pengolahan Makanan

Bidang ini umumnya cocok untuk perempuan, tapi juga banyak laki-laki yang masuk.

  • Gaji dasar: ¥150.000 – ¥190.000
  • Jika lembur intens: bisa menjadi ¥210.000 – ¥250.000

Konversi rata-rata Rp17 juta–Rp28 juta.

5. Gaji Bidang IT (Programmer, Developer, Engineer)

Untuk kamu yang punya kemampuan teknis dan bahasa Jepang, bidang ini adalah yang paling menguntungkan.

  • Gaji bulanan: ¥250.000 – ¥500.000
  • Engineer senior: bisa lebih dari ¥600.000

Konversinya setara Rp30 juta–Rp70 juta atau bahkan lebih.

Komponen Gaji di Jepang yang Wajib Dipahami

Gaji pokok bukan satu-satunya hal yang kamu terima. Di Jepang, sistem penggajian sangat transparan dan umumnya memiliki komponen tambahan yang membuat pemasukan semakin besar.

1. Tunjangan Transportasi

Sebagian besar perusahaan memberikan uang transport atau mengganti penuh biaya kereta/bus.

2. Uang Lembur

Ini adalah faktor yang paling meningkatkan total gaji bulanan. Tarif lembur biasanya:

  • 125% dari gaji per jam setelah jam kerja normal
  • 150% untuk lembur di hari Minggu atau libur nasional

3. Tunjangan Tempat Tinggal

Banyak perusahaan menyediakan asrama dengan biaya murah:

  • ¥10.000 – ¥30.000 per bulan
  • Kadang gratis

4. Bonus Tahunan (Shōyo)

Tidak semua perusahaan memberi bonus, tetapi banyak perusahaan Jepang memberikan 1–2 kali setahun.

Bonus ini biasanya besar, mulai dari ¥200.000 – ¥500.000 per kali.

Berapa Gaji Bersih yang Dibawa Pulang Setiap Bulan?

Walaupun gaji terlihat besar, kamu tetap perlu menghitung potongan wajib. Sistem Jepang memang rapi, tetapi ada beberapa potongan resmi seperti:

Potongan Standar:

  • Pajak
  • Asuransi kesehatan
  • Asuransi pensiun
  • Uang asrama (jika ada)
  • Iuran lain yang diwajibkan perusahaan

Rata-rata pekerja menerima gaji bersih (take home pay) sekitar 75–85% dari gaji total.

Contoh:
Jika total gaji kamu ¥230.000, maka take home pay bisa berada di kisaran:

→ ¥180.000 – ¥195.000
(= sekitar Rp20 juta–Rp22 juta)

Biaya Hidup di Jepang: Apakah Gaji Tersebut Cukup?

Agar tidak salah perhitungan, kamu juga perlu tahu biaya hidup rata-rata per bulan.

Perkiraan Pengeluaran Bulanan

  • Asrama: ¥10.000 – ¥30.000
  • Makan: ¥20.000 – ¥35.000
  • Transport: seringnya ditanggung perusahaan
  • Belanja pribadi: ¥10.000 – ¥20.000

Total biaya hidup sekitar ¥40.000 – ¥70.000.

Jika gaji bersih kamu ¥180.000, berarti kamu masih bisa menabung ¥100.000 – ¥140.000 per bulan (sekitar Rp12 juta–Rp17 juta).

Inilah alasan banyak pekerja Indonesia mampu pulang dengan tabungan besar setelah 3 tahun.

Tips Mendapatkan Gaji Lebih Tinggi di Jepang

1. Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang

Semakin tinggi kemampuan bahasa (minimal N4–N3), semakin besar peluang masuk ke perusahaan yang gajinya lebih besar.

2. Pilih sektor yang menyediakan banyak lembur

Jika tujuan kamu menabung, pilih industri pabrik atau konstruksi.

3. Ikuti pelatihan sebelum berangkat

Perusahaan Jepang suka pekerja yang disiplin dan terlatih. Pelatihan pra-kerja membantu kamu lolos seleksi.

4. Ambil spesialisasi atau sertifikasi

Di bidang kaigo, misalnya, sertifikasi tambahan bisa menaikkan gaji dengan cepat.

Kesimpulan

Gaji kerja di Jepang per bulan sangat bervariasi, tergantung jenis pekerjaan, kemampuan, dan perusahaan. Namun secara umum, pekerja Indonesia bisa menerima Rp18 juta–Rp35 juta per bulan, bahkan lebih untuk bidang profesional seperti IT.

Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan pemahaman tentang biaya hidup, kamu bisa membawa pulang tabungan besar setelah masa kontrak selesai.

Jepang bukan hanya menawarkan gaji tinggi, tetapi juga pengalaman kerja, kedisiplinan, dan peluang masa depan yang cerah.