Kerja di Jepang bidang pertanian semakin diminati oleh para pencari kerja Indonesia karena menawarkan peluang karier yang stabil, gaji tinggi, serta lingkungan kerja yang modern.
Jepang saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja lokal, khususnya di sektor pertanian, sehingga membuka kesempatan besar bagi pekerja asing melalui berbagai program resmi seperti Magang (TITP) dan Tokutei Ginou (SSW).
Dengan perkembangan teknologi pertanian yang terus maju, bekerja di Jepang tidak hanya memberikan pengalaman internasional tetapi juga meningkatkan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.
Buat kamu yang ingin mengetahui Jenis Pekerjaan di Jepang, silakan kunjungi blog lpkmkm.com atau klik teks biru di paragraf ini ya!
Mengapa Kerja di Jepang Bidang Pertanian?

Sektor pertanian Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja karena mayoritas petani berusia di atas 60 tahun. Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja muda dari Indonesia yang ingin kerja di Jepang bidang pertanian.
Pekerjaan pertanian di Jepang dikenal memiliki sistem yang disiplin, terjadwal, dan ramah bagi pemula. Banyak kandidat tanpa pengalaman bisa berhasil setelah mengikuti pelatihan LPK Jepang.
Selain magang, kini tersedia jalur Tokutei Ginou (SSW) yang memungkinkan Anda bekerja jangka panjang di Jepang bidang pertanian dengan kontrak yang lebih stabil.
Jenis Pekerjaan di Jepang Bidang Pertanian

1. Pertanian Sayuran dan Buah
Pekerjaan paling umum termasuk:
- Menanam bibit
- Menyiram tanaman
- Memanen sayuran (tomat, paprika, timun)
- Sortir hasil panen
2. Pertanian Padi dan Gandum
Di beberapa daerah, peserta magang ditempatkan pada ladang padi atau gandum. Kegiatan meliputi penggunaan mesin pertanian, pengeringan padi, hingga perawatan lahan.
3. Peternakan dan Greenhouse
Banyak perusahaan Jepang membutuhkan tenaga kerja untuk:
- Peternakan sapi
- Produksi susu
- Pengolahan hasil peternakan
- Greenhouse modern yang memakai teknologi sensor dan otomatisasi
Bidang ini sangat diminati terutama oleh peserta dengan bekal pelatihan LPK Jepang.
Syarat Kerja di Jepang Bidang Pertanian

1. Syarat Umum untuk Magang
Untuk mengikuti program magang pertanian Jepang, syaratnya antara lain:
- Usia 18–29 tahun
- Pendidikan minimal SMA/SMK
- Mengikuti pelatihan dasar di LPK Jepang
- Sehat jasmani dan rohani
- Memiliki motivasi kuat bekerja di Jepang bidang pertanian
2. Syarat untuk Tokutei Ginou Pertanian (SSW Agriculture)
Untuk SSW, terdapat tambahan syarat:
- Lulus ujian Tokutei Ginou Pertanian (Nourgyou)
- Lulus ujian bahasa Jepang JLPT N4 atau JFT Basic A2
- Memiliki pengalaman kerja atau pernah magang pertanian
3. Dokumen yang Harus Disiapkan
- Paspor
- KTP & KK
- Ijazah terakhir
- SKCK
- Surat kesehatan
- Sertifikat pelatihan LPK Jepang
- Sertifikat ujian SSW (bila ingin jalur SSW)
Gaji Kerja di Jepang Bidang Pertanian Tahun 2025

1. Kisaran Gaji Bulanan
Gaji kerja pertanian di Jepang rata-rata:
- 160.000 – 190.000 yen per bulan
- Uang lembur antara 1.000–1.500 yen per jam
Setelah dipotong pajak dan asuransi, pekerja masih membawa pulang gaji bersih sekitar 130.000 – 150.000 yen/bulan tergantung prefektur.
2. Fasilitas yang Umum Ditawarkan
- Tempat tinggal (asrama)
- Asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan
- Transportasi kerja
- Cuti tahunan dan cuti sakit
- Peluang kontrak lanjutan
Fasilitas ini membuat kerja di Jepang bidang pertanian sangat menarik bagi pemula.
3. Peluang Tabungan
Dengan gaya hidup hemat, tenaga kerja Indonesia bisa menabung 40–60 juta rupiah per tahun, terutama bagi yang rajin mengambil jam lembur.
Kesimpulan
Kerja di Jepang bidang pertanian menawarkan peluang besar bagi pekerja Indonesia yang ingin mendapatkan penghasilan tinggi, pengalaman kerja internasional, serta keterampilan pertanian modern. Dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat setiap tahun, sektor pertanian Jepang menjadi salah satu pilihan paling stabil dan menjanjikan.
FAQ
Minimal bisa level dasar. Untuk SSW wajib memiliki sertifikat JLPT N4 atau JFT A2.
Rata-rata 160.000–190.000 yen per bulan, ditambah uang lembur dan fasilitas.
Umumnya 29 tahun untuk magang dan bisa lebih tinggi untuk jalur SSW.










Leave a Reply