Kerja di Jepang konstruksi menjadi salah satu pilihan karier terbaik bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin mendapatkan gaji tinggi, pengalaman internasional, serta lingkungan kerja profesional.
Meningkatnya kebutuhan tenaga kerja akibat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Jepang membuat sektor konstruksi terus membuka kesempatan bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia.
Melalui persiapan bahasa, pelatihan keterampilan, dan proses seleksi yang terstruktur, peluang untuk bekerja di industri konstruksi Jepang semakin mudah diakses oleh calon pekerja pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Buat kamu yang ingin mengetahui Jenis Pekerjaan di Jepang, silakan kunjungi blog lpkmkm.com atau klik teks biru di paragraf ini ya!
Mengapa Kerja di Jepang Konstruksi Sangat Diminati?

1. Kebutuhan Tenaga Kerja yang Tinggi
Industri kerja di Jepang konstruksi terus berkembang pesat karena banyaknya proyek besar seperti pembangunan infrastruktur, perawatan gedung, hingga renovasi fasilitas umum. Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja lokal, sehingga membuka ruang besar bagi tenaga kerja asing.
2. Gaji Kompetitif dengan Sistem Kerja Jelas
Salah satu alasan utama kenapa kerja di Jepang konstruksi diminati adalah tingginya gaji. Rata-rata gaji pekerja konstruksi Jepang berkisar antara 180.000 – 250.000 yen per bulan.
Dengan lembur, pekerja bisa mendapatkan penghasilan jauh lebih besar. Sistem kerja Jepang terkenal disiplin, teratur, dan memberikan fasilitas lengkap.
3. Peluang Karier Jangka Panjang
Bagi pemula yang baru lulus SMA/SMK, kerja di Jepang konstruksi membuka peluang karier jangka panjang. Setelah kontrak 3–5 tahun, banyak pekerja yang mampu meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan kembali bekerja sebagai SSW atau bahkan kembali ke perusahaan yang sama.
Syarat Kerja di Jepang Konstruksi Tahun 2025

1. Syarat Umum Tenaga Kerja Indonesia
Untuk bisa bekerja di sektor konstruksi, beberapa syarat dasar harus dipenuhi:
- Usia 18–30 tahun
- Minimal pendidikan SMA/SMK
- Tidak buta warna
- Kondisi fisik sehat
- Bersedia mengikuti pelatihan bahasa Jepang N5–N4
- Lulus tes kemampuan fisik dan tes keterampilan kerja
Persyaratan ini berlaku untuk program pemagangan dan program Specified Skilled Worker (SSW) yang banyak diminati saat ini.
2. Kemampuan Bahasa Jepang
Kemampuan bahasa Jepang sangat penting dalam kerja di Jepang konstruksi. Calon peserta minimal harus mencapai N5, namun beberapa perusahaan lebih suka peserta dengan kemampuan N4. Penguasaan bahasa akan memudahkan komunikasi dalam proyek dan mempercepat adaptasi lingkungan kerja.
3. Tes Keterampilan Kerja
Selain tes bahasa, peserta harus melewati tes keterampilan (技能試験). Tes meliputi pengukuran, penggunaan alat kerja dasar, hingga tes fisik seperti angkat beban. Pelatihan di LPK akan membantu peserta lulus tes ini dengan mudah.
Gaji dan Benefit Kerja di Jepang Konstruksi

1. Kisaran Gaji Pekerja Konstruksi 2025
Gaji pekerja konstruksi Jepang cukup menjanjikan. Pada tahun 2025, rata-rata:
- Gaji pokok: 180.000 – 250.000 yen/bulan
- Lembur: 1.200 – 1.700 yen/jam
- Total gaji bersih per bulan dapat mencapai 25–30 juta rupiah tergantung area dan lembur.
Kata kunci kerja di Jepang konstruksi perlu ditekankan karena sektor ini terus memberikan peningkatan kesejahteraan bagi banyak pekerja Indonesia.
2. Tunjangan dan Fasilitas
Pekerja biasanya mendapatkan:
- Asuransi kesehatan
- Asuransi ketenagakerjaan
- Tempat tinggal (asrama)
- Transportasi
- Seragam dan perlengkapan kerja
- Bonus tahunan (tergantung perusahaan)
3. Potensi Tabungan
Bekerja di konstruksi Jepang memungkinkan pekerja menabung hingga 150–250 juta rupiah selama kontrak berlangsung. Dengan gaya hidup hemat, jumlah tabungan bisa lebih besar.
Proses Keberangkatan Kerja di Jepang Konstruksi

1. Mengikuti Pelatihan di LPK Resmi
Langkah pertama adalah mengikuti pelatihan bahasa dan keterampilan di LPK terpercaya. Di LPK, peserta dilatih bahasa Jepang, etos kerja Jepang, dan skill konstruksi dasar sesuai standar industri Jepang.
2. Mengikuti Interview dengan Perusahaan Jepang
Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti interview dengan perusahaan Jepang. Interview bisa dilakukan secara online atau langsung. Perusahaan akan melihat kemampuan bahasa, fisik, dan mental calon pekerja.
3. Pengurusan Dokumen dan Visa
Setelah lolos interview, pihak LPK dan perusahaan akan mengurus:
- COE (Certificate of Eligibility)
- Visa kerja
- Tiket keberangkatan
- Kontrak kerja resmi
Semua proses ini membutuhkan waktu 3–6 bulan hingga peserta benar-benar berangkat.
Kesimpulan
Kerja di Jepang konstruksi merupakan peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin mendapatkan penghasilan tinggi, pengalaman internasional, serta keterampilan kerja profesional. Dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat, gaji kompetitif, fasilitas lengkap, serta peluang karier jangka panjang, sektor konstruksi Jepang menjadi pilihan yang sangat menjanjikan pada tahun 2025.
FAQ
1. Berapa gaji kerja di Jepang konstruksi tahun 2025?
Gaji pokok sekitar 180.000–250.000 yen per bulan, belum termasuk lembur.
2. Apa saja syarat kerja di sektor konstruksi Jepang?
Minimal usia 18–30 tahun, pendidikan SMA/SMK, sehat fisik, dan memiliki kemampuan bahasa Jepang N5–N4.
3. Apakah wanita bisa kerja di Jepang konstruksi?
Ya, beberapa perusahaan menerima pekerja wanita untuk bidang tertentu seperti finishing dan perakitan.
4. Apakah perlu pengalaman?
Tidak selalu. Banyak peserta berangkat tanpa pengalaman karena sudah dilatih di LPK.









Leave a Reply