google-site-verification: googleee38fb35f3546343.html

Kerja di Jepang Pertanian

Kerja di Jepang Pertanian
Kerja di Jepang Pertanian

Kerja di Jepang pertanian adalah salah satu peluang terbaik bagi lulusan SMA/SMK hingga fresh graduate yang ingin bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi dan karier stabil.

Saat ini, industri pertanian Jepang sedang kekurangan tenaga kerja, sehingga kebutuhan pekerja asing terus meningkat setiap tahun.

Pada artikel ini, kamu akan mendapatkan panduan lengkap mulai dari persyaratan, proses keberangkatan, hingga keuntungan bekerja di sektor pertanian Jepang.

Buat kamu yang ingin mengetahui Jenis Pekerjaan di Jepang, silakan kunjungi blog lpkmkm.com atau klik teks biru di paragraf ini ya!

Mengapa Kerja di Jepang Pertanian Banyak Diminati?

Mengapa Kerja di Jepang Pertanian Banyak Diminati?

1. Kebutuhan Tenaga Kerja Sangat Tinggi

Industri kerja di Jepang pertanian mengalami kekurangan SDM akibat menurunnya jumlah petani lokal dan populasi yang menua.

Karena itu, Jepang membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing melalui program SSW/Tokutei Ginou. Banyak perusahaan pertanian mencari pekerja dari Indonesia untuk mengisi posisi kerja yang stabil dan berjangka panjang.

2. Gaji Besar dan Fasilitas Lengkap

Rata-rata gaji pekerja pertanian di Jepang mencapai ¥150.000–¥200.000 per bulan, belum termasuk lembur. Selain itu, pekerja juga mendapatkan fasilitas seperti tempat tinggal, asuransi kesehatan, dan tunjangan kerja.

Inilah alasan utama mengapa banyak orang memilih kerja di Jepang pertanian sebagai langkah awal karier di luar negeri.

3. Pekerjaan Stabil dan Tidak Terpengaruh Musim

Walaupun sektor pertanian identik dengan musim tertentu, banyak perusahaan Jepang sudah menggunakan teknologi modern seperti rumah kaca, alat otomatis, dan penghangat ruangan.

Hal ini membuat kerja di Jepang pertanian menjadi lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada cuaca.

Jenis Pekerjaan Pertanian di Jepang yang Paling Dibutuhkan

Jenis Pekerjaan Pertanian di Jepang yang Paling Dibutuhkan

1. Pertanian Sayuran dan Buah

Mayoritas peserta program SSW bekerja di sektor sayuran seperti paprika, tomat, timun, dan selada. Proses kerjanya meliputi menanam, memanen, menyortir, hingga mengemas. Sektor ini paling banyak membuka lowongan kerja di Jepang pertanian setiap tahun.

2. Perkebunan Bunga dan Tanaman Hias

Jepang memiliki banyak perkebunan bunga seperti krisan, mawar, dan lily. Pekerjaan meliputi merawat tanaman, pemangkasan, serta pengemasan bunga untuk kebutuhan pasar lokal maupun ekspor.

3. Peternakan dan Greenhouse Modern

Selain pertanian sayur dan buah, banyak perusahaan membutuhkan pekerja di bidang peternakan ayam, sapi, maupun pengolahan susu. Teknologi yang digunakan sangat maju, sehingga kerja di Jepang pertanian lebih efisien dan terstruktur.

Syarat Kerja di Jepang Pertanian untuk WNI

Syarat Kerja di Jepang Pertanian untuk WNI

1. Minimal Lulusan SMA/SMK

Untuk mengikuti program kerja di Jepang pertanian, syarat pendidikan minimal adalah lulusan SMA/SMK atau sederajat. Tidak wajib mempunyai pengalaman, sehingga sangat cocok untuk pemula.

2. Usia 18–35 Tahun dan Sehat Fisik

Kondisi fisik sangat penting karena pekerjaan sektor pertanian membutuhkan tenaga, ketahanan tubuh, dan mobilitas. Calon peserta harus lulus tes kesehatan sebelum keberangkatan.

3. Lolos JLPT N4 atau JFT Basic A2

Bahasa Jepang menjadi syarat utama untuk bekerja di sektor ini. Sertifikat kompetensi bahasa seperti JLPT N4 atau JFT Basic A2 diperlukan untuk melanjutkan proses kerja di Jepang pertanian melalui program Tokutei Ginou.

4. Mengikuti Pelatihan LPK Resmi

Peserta wajib mengikuti pelatihan bahasa, budaya kerja, dan simulasi pekerjaan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) resmi agar siap menghadapi proses seleksi perusahaan Jepang.

Proses Keberangkatan Kerja di Jepang Pertanian

Proses Keberangkatan Kerja di Jepang Pertanian

1. Pendaftaran dan Tes Bahasa Jepang

Langkah pertama adalah mendaftar di LPK terpercaya, kemudian mengikuti kursus bahasa serta tes JLPT atau JFT. Kemampuan bahasa sangat berpengaruh pada peluang diterima perusahaan.

2. Interview dengan Perusahaan Jepang

Setelah lulus bahasa, peserta mengikuti interview bersama perusahaan yang membuka lowongan kerja di Jepang pertanian. Interview dilakukan secara online atau langsung.

3. Medical Check-Up dan Administrasi Dokumen

Jika diterima, peserta wajib menjalani medical check-up untuk memastikan kondisi kesehatan. Setelah itu, LPK membantu proses pengurusan kontrak, visa SSW, dan dokumen keberangkatan.

4. Training Pra-Pemberangkatan (Mikomi & Pre-Departure)

Training ini berisi pembelajaran budaya Jepang, etika kerja, cara hidup, hingga keterampilan dasar pertanian. Tahapan ini adalah persiapan penting sebelum berangkat ke Jepang.

Kesimpulan

Kerja di Jepang pertanian merupakan peluang besar bagi lulusan SMA/SMK maupun fresh graduate yang ingin mendapatkan gaji tinggi, pengalaman internasional, dan keterampilan kerja modern.