google-site-verification: googleee38fb35f3546343.html

Umur Maksimal Kerja di Jepang

Umur Maksimal Kerja di Jepang

Banyak orang Indonesia bermimpi bekerja di Jepang karena negara ini menawarkan gaji stabil, lingkungan kerja rapi, dan peluang karier yang lebih jelas.

Tetapi sebelum memulai prosesnya, ada satu hal penting yang sering bikin bingung: berapa umur maksimal kerja di Jepang?

Pertanyaan ini muncul karena setiap jalur dan jenis pekerjaan punya aturan usia yang berbeda. Supaya kamu tidak salah langkah, mari kita bahas semuanya dengan cara yang simpel dan mudah dipahami.

Memahami Umur Maksimal Kerja di Jepang

Secara umum, batas usia kerja di Jepang berada di kisaran 18–35 tahun. Namun angka itu bukan aturan baku yang berlaku untuk semua pekerjaan.

Jepang memiliki berbagai jalur masuk mulai dari magang, Tokutei Ginou (SSW), hingga pekerjaan profesional dan masing-masing menetapkan batas usia berbeda. Karena itu, penting untuk memahami perbedaannya.

Pada jalur populer seperti SSW, batas usianya biasanya sampai 35 tahun. Sedangkan jalur magang cenderung lebih ketat karena hanya menerima peserta sampai usia sekitar 30 tahun.

Namun, pada jalur profesional seperti IT, engineering, atau pekerjaan berbasis keahlian tinggi, perusahaan sering kali lebih fleksibel dan tidak terlalu menekankan usia.

Batas Usia di Setiap Jalur Pekerjaan

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bahas tiga jalur utama yang paling sering digunakan pekerja Indonesia.

1. Jalur Magang (Gino Jisshu)

Jalur ini cocok untuk kamu yang baru lulus sekolah atau ingin mendapatkan pengalaman kerja di bidang seperti manufaktur, pertanian, perikanan, atau konstruksi.

Program magang identik dengan pekerja muda, sehingga perusahaan Jepang biasanya mencari peserta antara 18 hingga 30 tahun.

Alasannya sederhana: mayoritas pekerjaan di jalur ini membutuhkan tenaga fisik dan stamina tinggi. Karena itu, jika usiamu sudah lewat dari 30 tahun, peluang masuk program ini memang semakin kecil.

2. Tokutei Ginou (SSW)

Dalam beberapa tahun terakhir, jalur SSW menjadi favorit karena memungkinkan pekerja tinggal lebih lama dan memiliki kesempatan memperpanjang kontrak.

Untuk jalur ini, umur maksimal kerja di Jepang umumnya 35 tahun, meskipun beberapa perusahaan kadang memberi toleransi bagi pelamar yang memiliki pengalaman sangat relevan.

SSW juga menawarkan banyak sektor seperti perhotelan, food processing, caregiving, manufaktur, hingga clean industry.

Jika kamu ingin jalur lebih stabil dengan peluang karier lebih panjang, SSW adalah pilihan yang lebih baik dibanding magang.

3. Pekerjaan Profesional

Berbeda dengan dua jalur sebelumnya, pekerjaan profesional tidak selalu membatasi usia secara ketat. Perusahaan cenderung lebih fokus pada keahlian, pendidikan, dan pengalaman kerja.

Karena itu, bagi pelamar berusia 35 tahun ke atas, jalur ini bisa menjadi harapan besar.

Beberapa bidang yang biasanya lebih longgar terhadap usia antara lain:

  • IT dan pemrograman
  • Engineering
  • Desain grafis
  • Manajemen proyek
  • Chef berpengalaman
  • Pendidikan atau instruktur

Dalam banyak kasus, perusahaan bahkan masih menerima pelamar berusia 40–45 tahun, selama kompetensinya kuat.

Kenapa Jepang Memberikan Batas Usia?

Sebenarnya, batas usia bukan hanya soal aturan atau administrasi. Jepang menetapkannya karena pertimbangan kebutuhan kerja di lapangan.

Beberapa sektor, terutama sektor fisik, membutuhkan kecepatan, ketahanan, dan ketelitian tinggi. Pekerja yang masih muda biasanya lebih cocok karena mereka lebih mudah dilatih dan adaptasinya lebih cepat.

Selain itu, perusahaan Jepang juga mempertimbangkan masa kontrak. Banyak perusahaan ingin pekerja bisa bertahan dalam kurun waktu tertentu, sehingga usia yang terlalu tinggi membuat jangka waktu kerja menjadi lebih pendek.

Namun, ketika pekerjaan lebih mengandalkan keahlian dibanding fisik seperti IT atau desain pertimbangan usia tidak terlalu ketat. Itulah alasan jalur profesional lebih fleksibel.

Apakah Bisa Kerja di Jepang Jika Usia Sudah 35 Tahun ke Atas?

Jawabannya bisa, hanya saja jalurnya berbeda dari jalur umum seperti SSW atau magang. Jika kamu sudah lewat usia 35, kamu perlu fokus pada jenis pekerjaan yang menilai skill sebagai faktor utama.

Sebagai contoh, seorang programmer berusia 38 tahun dengan pengalaman 10 tahun tetap punya peluang besar diterima. Begitu juga seorang chef atau desainer yang punya portofolio kuat. Hal ini terjadi karena perusahaan Jepang semakin kekurangan tenaga kerja ahli, bukan hanya tenaga fisik.

Beberapa perusahaan juga membuka lowongan langsung tanpa agen dan menetapkan usia maksimal lebih tinggi dibanding batas umum. Dengan kata lain, peluang untuk usia 35–45 tahun masih terbuka, tapi kamu harus masuk lewat jalur yang tepat.

Cara Meningkatkan Peluang Diterima Bekerja di Jepang

Jika usiamu sudah mendekati batas maksimal atau bahkan sudah melewatinya, peluang tetap ada. Namun kamu harus menonjolkan kualitas yang dicari perusahaan Jepang.

1, Kuasai Keahlian Spesifik

Jepang sangat menghargai pekerja yang punya skill jelas dan dapat dibuktikan. Misalnya, sertifikasi IT, lisensi engineer, atau pengalaman chef yang pernah menangani dapur besar.

2. Perkuat Bahengalaman Kerja

Semakin panjang dan relevan pengalamanmu, semakin kecil kemungkinan usia menjadi hambatan. Perusahaan Jepang sangat menghargai loyalitas dan keahlian yang dibangun bertahun-tahun.

Kesimpulan

Batas umur maksimal kerja di Jepang sebenarnya bervariasi, tergantung jalur yang kamu pilih. Untuk magang, batasnya sekitar 30 tahun. Untuk SSW, batasnya 35 tahun.

Sedangkan pekerjaan profesional bisa lebih fleksibel, bahkan masih menerima pelamar hingga usia 40–45 tahun.